MEDAN β€” PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendukung perluasan akses pendidikan bagi masyarakat di kawasan Belawan, Kota Medan, melalui penyediaan lahan seluas 5.000 meter persegi untuk pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri baru.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen Pelindo dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), sekaligus mendorong pemerataan akses pendidikan bagi generasi muda yang tinggal di sekitar kawasan operasional pelabuhan.

Pembangunan sekolah ini dilaksanakan melalui kolaborasi strategis antara Pelindo, PT Belawan New Container Terminal (BNCT), DP World Foundation, dan Pemerintah Kota Medan. Program tersebut juga sejalan dengan agenda pembangunan SDM dalam Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Dukungan Pelindo ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan peletakan batu pertama (groundbreaking) program Classrooms of Hope.

Berdasarkan rencana yang disampaikan, pembangunan fisik sekolah dijadwalkan mulai pada 2027 dan ditargetkan rampung pada 2028. Setelah selesai, fasilitas pendidikan tersebut direncanakan diserahkan kepada Pemerintah Kota Medan untuk dikelola sebagai sekolah negeri yang siap beroperasi melayani kebutuhan pendidikan masyarakat.

Dalam siaran pers yang diterima pada Jumat (16/10/2026), Direktur Kelembagaan Pelindo, Hendri Ginting, mengatakan bahwa penyediaan lahan tersebut merupakan wujud komitmen keberlanjutan perusahaan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar pelabuhan.

β€œPelindo memandang pendidikan sebagai salah satu aspek penting dalam membangun masyarakat yang lebih kuat di sekitar kawasan pelabuhan. Melalui kolaborasi ini, kami mendukung penyediaan lahan untuk fasilitas pendidikan yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat Belawan. Kami berharap sekolah ini dapat menghadirkan lingkungan belajar yang lebih baik dan berkontribusi dalam mempersiapkan generasi penerus untuk menghadapi masa depan,” ujar Hendri.

Dari aspek pengelolaan aset dan tata kelola perusahaan, Pelindo menyatakan bahwa pemanfaatan lahan untuk pembangunan fasilitas pendidikan tersebut mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 1, Fadillah Haryono, menegaskan bahwa proses penyediaan lahan dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

β€œDari sisi hukum dan kehumasan, Pelindo memastikan seluruh proses pemanfaatan lahan untuk pembangunan fasilitas pendidikan ini berjalan sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik serta ketentuan regulasi yang berlaku,” kata Fadillah.

Ia menambahkan, Pelindo berkomitmen menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan serta memastikan informasi mengenai kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan SDM tersampaikan secara transparan dan akurat kepada publik.

Pembangunan SMP negeri baru tersebut merupakan kelanjutan dari program keberlanjutan Tumbuh Bersama, yang dirancang berdasarkan kajian kebutuhan masyarakat atau Community Needs Assessment.

Melalui pembangunan fasilitas pendidikan ini, Pelindo bersama para mitra dan Pemerintah Kota Medan berharap kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan dapat terakomodasi dengan lebih baik.

Kehadiran sekolah baru itu juga diharapkan menjadi bagian dari upaya menyelaraskan pertumbuhan Pelabuhan Belawan sebagai salah satu pusat perdagangan dan logistik nasional dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kualitas SDM di wilayah sekitarnya.

Dengan demikian, pembangunan kawasan pelabuhan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan aktivitas ekonomi, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat Belawan. *** (adv)