DUMAI – Panglima Bungsu Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB) Kecamatan Dumai Timur, Tengku Harfansyah, melontarkan pernyataan keras kepada pihak Pertamina RU II Dumai terkait proses penerimaan tenaga kerja Turn Around (TA) 2026.
Tengku Harfansyah menegaskan bahwa proses penerimaan tenaga kerja harus dilakukan secara transparan, jujur, dan tanpa praktik kecurangan. Ia juga meminta agar pihak Pertamina mengutamakan anak tempatan Kota Dumai untuk bekerja dalam kegiatan besar tersebut.
Menurutnya, kegiatan Turn Around di kilang Pertamina RU II Dumai selalu membutuhkan banyak tenaga kerja, sehingga masyarakat lokal harus menjadi prioritas utama.
“Jangan sampai masyarakat tempatan hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Kami meminta kepada GM Pertamina RU II Dumai agar penerimaan tenaga TA 2026 dilakukan secara terbuka, transparan dan tidak ada permainan,” tegas Tengku Harfansyah.
Dalam pernyataannya, Panglima Bungsu LHMB Dumai Timur itu juga mengaku sangat kecewa dan marah besar apabila dalam proses penerimaan tenaga kerja tersebut ditemukan praktik yang tidak adil atau tidak mengutamakan masyarakat Dumai.
Ia menilai, Pertamina sebagai perusahaan besar yang beroperasi di Kota Dumai harus menunjukkan komitmen nyata terhadap pemberdayaan masyarakat lokal.
“Kalau ada permainan dan orang dia dia aja dalam penerimaan tenaga kerja TA ini, kami dari LHMB tidak akan tinggal diam. Kami akan mengawal dan mempertanyakan hal ini secara serius,” ujarnya dengan nada tegas.
Tengku Harfansyah juga mengingatkan bahwa keberadaan perusahaan besar seperti Pertamina di Dumai harus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, terutama dalam hal kesempatan kerja bagi anak tempatan tidak hanya memberi CSR saja.
Ia berharap pihak manajemen Pertamina RU II Dumai dapat mendengar aspirasi masyarakat dan memastikan proses rekrutmen tenaga kerja TA 2026 berjalan adil, transparan, dan berpihak kepada masyarakat Dumai. (*)
Editor: Aldo Riwaldi




