DUMAI β€” PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai terus memperkuat kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Community Involvement & Development (CID) yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu kelompok yang mendapatkan pendampingan tersebut adalah Kelompok Wirani Rejosari, yang berada di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, berbatasan langsung dengan kawasan Kilang Dumai.

Beranggotakan 10 ibu rumah tangga, kelompok yang terbentuk pada 2025 ini mulai berkembang menjadi salah satu pelaku UMKM baru di Kota Dumai. Melalui merek "JELITA", Kelompok Wirani Rejosari menghadirkan beragam produk olahan pangan dan camilan sehat berbahan dasar sorgum, ikan patin, serta sayuran hidroponik.

Kehadiran kelompok ini tidak hanya menjadi wadah pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya melalui penyediaan pangan bergizi bagi balita dan ibu hamil serta pendampingan kesehatan bagi lansia.

Sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus memperluas peluang pengembangan usaha, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai menggelar pelatihan pembuatan *cake and cookies* berbahan dasar tepung sorgum melalui program Sejahtera Ekonomi Rakyat melalui Makanan Bergizi Inovatif (SERAMBI).

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, pada 3–4 Oktober 2026, tersebut dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Dumai. Kegiatan ini bertujuan mendorong anggota kelompok untuk mengembangkan resep dan inovasi olahan sorgum yang bergizi, sehat, serta memiliki nilai tambah dan daya saing di pasaran.

Bendahara Kelompok Wirani Rejosari, Reski Agustia Retnowati, mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut memberikan kesempatan bagi anggota kelompok untuk memperluas pengetahuan, menggali ide-ide baru, dan menciptakan variasi produk berbahan dasar sorgum.

Menurutnya, selama ini Kelompok Wirani telah menghasilkan sejumlah produk, di antaranya cookies sorgum dengan varian rasa original, cokelat, matcha, dan red velvet, serta brownies panggang dan brownies kering.

β€œSelama ini kami sudah membuat beberapa produk, seperti cookies sorgum original, cokelat, matcha, red velvet, kemudian brownies bakar dan yang kering. Dari situ kami ingin mengembangkan lagi apa saja yang bisa kami buat dari olahan sorgum itu sendiri,” ujar Retnowati.

Ia menambahkan, melalui pelatihan tersebut, para anggota memperoleh wawasan untuk mengembangkan produk berbahan tepung sorgum agar semakin beragam. Selain itu, pelatihan juga memperkenalkan pemanfaatan bahan pangan lain, seperti pakcoy, yang dapat diolah menjadi produk dalam kategori cake atau cookies, termasuk kue pai.

β€œKami bisa lebih mengembangkan dan membuat produk dari tepung sorgum menjadi lebih variatif. Terutama, sorgum ini sendiri memiliki manfaat untuk kesehatan,” tuturnya.

Retnowati pun menyampaikan apresiasi kepada Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai atas dukungan dan kesempatan yang diberikan kepada kelompoknya untuk terus belajar serta meningkatkan kualitas produk.

β€œKami sangat berterima kasih kepada PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk terus belajar dan mengembangkan bahan sorgum itu sendiri,” katanya.

Sejak memulai usaha pada 2025, Kelompok Wirani Rejosari telah berhasil menjual lebih dari 1.000 produk. Perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator tumbuhnya potensi usaha kelompok perempuan tersebut dalam mengembangkan produk pangan inovatif berbasis bahan lokal.

Kelompok Wirani Rejosari juga telah memperoleh kesempatan memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas. Terbaru, mereka turut berpartisipasi bersama UMKM mitra binaan Pertamina lainnya dalam Pertamina Expo Pekanbaru yang berlangsung pada 25–27 September 2026 di Living Mall Pekanbaru.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum, mengatakan dukungan berkelanjutan terhadap kelompok masyarakat binaan melalui program CID merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional kilang.

Menurutnya, pemberdayaan dilakukan melalui pendampingan yang relevan dengan kebutuhan kelompok, termasuk peningkatan keterampilan, pengembangan produk, serta penguatan sarana dan prasarana usaha.

β€œKami melihat potensi ibu-ibu Wirani Rejosari ini sangat besar untuk menjadi UMKM yang berdaya saing di Dumai. Karena itu, kami terus memberikan dukungan yang relevan dengan kebutuhan mereka,” ujar Muhammad Rum dalam keterangan pers, Jumat (23/10/2026).

Ia menambahkan, Pertamina juga mendorong para anggota kelompok untuk terus meningkatkan kualitas produk dan menghadirkan inovasi baru agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

β€œKami juga menantang ibu-ibu ini agar terus bersemangat meningkatkan mutu produk sekaligus menghadirkan inovasi baru. Harapannya, ke depan jangkauan pasar mereka semakin luas,” pungkasnya.

Melalui program CID dan SERAMBI, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai berharap Kelompok Wirani Rejosari dapat terus berkembang menjadi UMKM yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di Kota Dumai. *** (red)