Pengembangan Pelabuhan Dumai Dibahas Bappenas, Pelindo Bidik Peningkatan Daya Saing Logistik
DUMAI – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 Dumai menerima kunjungan kerja Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama Kementerian Perhubungan, Selasa (3/11/2026). Kunjungan tersebut dalam rangka membahas pendalaman usulan Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor pelabuhan yang diinisiasi oleh PT Pelindo.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Pelindo Regional 1 Dumai ini menjadi bagian dari tahapan pembahasan dan evaluasi terhadap rencana pengembangan infrastruktur kepelabuhanan. Pembahasan difokuskan pada peninjauan kondisi eksisting, identifikasi berbagai isu strategis, serta pengkajian kebutuhan dan langkah penyelesaian yang diperlukan guna mendukung realisasi usulan proyek tersebut.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah perwakilan dari Bappenas, Kementerian Perhubungan, PT Pelindo, serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Dumai.
Rangkaian kunjungan diawali dengan diskusi dan rapat koordinasi antarpemangku kepentingan. Selanjutnya, rombongan melakukan peninjauan lapangan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur, fasilitas, serta kebutuhan pengembangan Pelabuhan Dumai.
Peninjauan tersebut menjadi bagian penting dalam memperoleh gambaran komprehensif mengenai potensi, tantangan, dan kebutuhan pengembangan pelabuhan sebagai salah satu simpul penting aktivitas logistik dan perdagangan di wilayah pesisir timur Sumatera.
Dalam siaran pers yang disampaikan Kamis (4/11/2026), Executive General Manager Pelindo Regional 1 Dumai, Jonatan Ginting, menyampaikan bahwa usulan PSN sektor pelabuhan diharapkan menjadi langkah strategis untuk mempercepat pengembangan infrastruktur kepelabuhanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Pengembangan pelabuhan melalui Proyek Strategis Nasional diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan kepelabuhanan, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian wilayah. Dengan infrastruktur pelabuhan yang semakin berkembang, konektivitas logistik dapat semakin baik, aktivitas perdagangan dan industri semakin meningkat, serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja bagi masyarakat," ujar Jonatan.
Ia menegaskan, Pelindo Regional 1 Dumai berkomitmen mendukung sinergi dan kolaborasi bersama pemerintah serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong rencana pengembangan pelabuhan agar dapat terlaksana secara optimal.
Menurutnya, pengembangan infrastruktur kepelabuhanan tidak hanya berorientasi pada peningkatan fasilitas dan pelayanan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, dunia usaha, serta pertumbuhan ekonomi kawasan.
Melalui kunjungan kerja tersebut, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan koordinasi yang semakin kuat antara pemerintah dan BUMN dalam mengkaji usulan PSN sektor pelabuhan.
Dengan demikian, rencana pengembangan Pelabuhan Dumai diharapkan dapat berjalan secara terarah, memperkuat konektivitas logistik, meningkatkan daya saing sektor kepelabuhanan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. (adv)